Kamis, November 19, 2009

VIDEO MESRA ANTASARI DAN RANI JULIANI


HOTEL Grand Mahakam menjadi saksi bisu pemicu perseteruan antara Ketua KPK (Nonaktif) Antasari Azhar dan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) (alm) Nasrudin Zulkarnaen. Di kamar 808, Antasari pernah kepergok sedang bermesraan dengan Rani Juliani, istri ketiga Nasrudin. Kamar 808, adalah kamar eksekutif dan tak semua orang bisa menyewanya. Sumber Persda Network menjelaskan, Antasari check in di kamar tersebut, melalui pengusaha Sigid Haryo Wibisono yang kini juga berstatus tersangka. Sigid meminjamkan kamar ini kepada Antasari. Sebab, bila Antasari melewati jalur biasa, maka akan dengan mudah terlihat oleh banyak orang. "Kalau lewat jalur biasa, Pak Antasari bawa perempuan yang bukan istrinya, kan bisa bahaya," kata sumber tersebut. Namun, entah karena memang sudah membuntuti Rani atau memang sudah "menyetting" kisah perselingkuhan itu, Nasrudin langsung dengan mudah bisa menangkap basah Antasari dan Rani di kamar itu. Antasari pun tidak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak.

Minggu, Juli 19, 2009

Mega Pertanyakan Maksud SBY Soal Pengganggu Pilpres

Jumat, 17/07/2009 17:24 WIB
Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mempertanyakan maksud SBY yang mengaitkan kasus Bom JW Marriott dan Ritz Carlton dengan Pilpres 2009. Jika memang sudah tahu pelakunya, Mega mempertanyakan sikap SBY yang tidak langsung menangkap, tetapi justru berwacana di media. "Saya juga mempertanyakan hal itu. Kalau sudah jelas, kenapa tidak ditangkap," kata Mega dalam jumpa pers di Kediamannya Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Jumat (17/7/2009).Mega berharap SBY tidak buru-buru mengaitkan soal bom ini dengan pilpres tanpa bukti yang kuat. "Itulah makanya, kalau masalah pemilu, jangan dikaitkan dengan terjadinya pengeboman di dua tempat tersebut," pinta Mega. Mega juga meminta ketegasan SBY dalam menindak pelaku pengeboman. Jika memang sudah mengantongi bukti awal dan nama pelaku, SBY diminta langsung menangkap."Kalau memang sudah tahu, tolong saja, saya minta diungkap siapa mereka. Kalau menurut saya, saya seorang pemimpin itu harus bisa," pungkasnya.(yid/asy)

Mega Minta Pemerintah Tidak Politisir Masalah

Jumat, 17/07/2009 17:12
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Pidato Presiden SBY soal kemungkinan terjadinya hubungan antara Pilpres dan peledakan bom di Ritz Carlton dan JW Marriott dipertanyakan. Hal tersebut dinilai upaya untuk mempolitisir masalah."Meminta pemerintah tidak mempolitisir masalah dan memperkeruh suasana dengan mengaitkan peristiwa tersebut dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang baru saja berlangsung," kata Capres Megawati saat jumpa pers di kediamannya, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2009).Menurut Mega, pernyataan tersebut tidak sesuai dalam kondisi saat ini. Seharusnya, seluruh masyarakat bersatu melawan terorisme dan kejahatan kemanusiaan.Mega juga mengutuk keras pengeboman ini. Bersama Prabowo, ia juga ikut berbelasungkawa atas meninggalnya korban yang tidak berdosa."Kami juga meminta pada pemerintah untuk mengungkap siapa pelaku peristiwa tersebut," tegasnya.(mad/iy)